Pages

Ads 468x60px

.

Selasa, 28 Februari 2012

Program Paudisasi di PKBM Disambut Baik

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Dirjen PAUDNI Kemdikbud), Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi  mengungkapkan rencana pemerintah untuk melaksanakan program Paudisasi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Namun saya masih harus melakukan pembicaraan secara detail dengan para direktur, khususnya dengan Ibu Ella, bagaimana sebaiknya rencana ini dilakukan. Termasuk berapa luas lahan  yang ideal bagi PKBM jika melaksanakan program PAUD. Kedepan saya harap PKBM juga dapat direvitalisasi dan memiliki sarana dan prasarana seperti Rumah Pintar,” ujar Dirjen PAUDNI ketika menjadi Pembicara Kunci dalam Temu Konsultasi Nasional Program Pembinaan Pendidikan Masyarakat (Bindikmas) di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Dikatakan, pemerintah pusat memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini atau PAUD. Malah sebagai bukti keseriusan terhadap pengelolaan PAUD, tahun ini Kementerian Pendidikan Nasional akan mencanangkan gerakan nasional paudisasi ini. Proses pembelajaran masih diwarnai dengan pengajaran baca-tulis-hitung (Calistung) dan belum sepenuhnya melalui bermain.
Harus diakui, saat ini sejumlah persoalan masih membelenggu pelaksanaan program Paud antara lain; kompetensi pendidik masih rendah: pelatihan pendidik baru menjangkau 118.018 orang (29,32%) dari 402.493 orang (di luar guru TPQ). Kualifikasi pendidik PAUD belum memadai (S1/D4  baru 15,72%). Dan jumlahlembaga PAUD rujukan/imbas mutu masih terbatas, yaitu baru sekitar 346 lembaga (0,3%) dari 114.888 lembaga.
Tahun ini, sejumlah 1,35 juta anak usia dini akan mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOP) tahun ini. Ini merupakan strategi perluasan Gerakan Nasional Pendidikan  Anak  Usia  Dini  (PAUD).  “Bantuan Operasional PAUD diberikan untuk mengurangi beban orang tua dalam membiayai pendidikan anaknya di PAUD. Sasaran program BOP  PAUD  diutamakan bagi anak dari keluarga kurang mampu, anak berkebutuhan khusus, daerah terpencil, dan anak dari daerah khusus. Untuk mendapatkan bantuan itu mereka harus memiliki surat keterangan dari desa/ kelurahan setempat. PAUD
“Setiap anak akan memperoleh bantuan Rp240.000 per tahun. Dana BOP  itu nantinya akan disalurkan melalui lembaga PAUD di mana anak tersebut mendapat layanan PAUD ,” ujarnya.
BOP  hanyalah salah satu strategi pemerintah dalam menyukseskan Gerakan Nasional PAUD  atau yang juga dikenal Paudisasi. Setelah mencapai angka partisipasi kasar (APK) 56 persen pada 2010, pemerintah menargetkan pencapaian APK PAUD sebesar 64 persen tahun ini. PAUD Untuk menjangkau hal itu, masih banyak strategi lainnya yang dipersiapkan pemerintah di antaranya PAUD  terpadu  dan gugus PAUD.
PAUD terpadu adalah program layanan pendidikan bagi anak usia dini yang menyelenggarakan lebih dari satu satuan pendidikan PAUD . Jadi, taman kanak-kanak, kelompok bermain, tempat penitipan anak, dan satuan PAUD  sejenis bisa dilaksanakan secara terpadu di bawah satu atap.
Sementara itu, Direktur Bindikmas,  Ella Yulaelawati MA., Ph. D, dalam kesempatan itu menyambut baik upaya pemerintah mengembangkan program paud di PKBM. Dalam dialog dengan para peserta yang sebagian besar adalah pengurus PKBM, Kepala Subdit PNFI dan Kepala Seksi Dikmas Pendidikan Kabupaten/Kota para peserta mengungkap sebaiknya luas lahan yang ideal jika PKBM melaksanakan program PAUD harus memiliki lahan minimal 500 meter persegi. (eko)
sumber : http://www.dikmas.net/berita-terkini/1174-program-paudisasi-di-pkbm-disambut-baik.html

| Free Bussines? |


0 komentar:

Poskan Komentar

berlangganan info melalui Email

MUSIC INSRUMENTAL


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com